EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Bagaimana Pembagian Penghasilan Menurut Hindu?

Menurut Sarasamuccaya 262-264 dijelaskan, peruntukan harta hasil kerja itu hendaknya dibagi, yaitu sepertiga untuk Dharma (sadhana ri kasiddhaning dharma), sepertiga lagi untuk Kama (sadhana ri kasiddhaning kama), dan sepertiga untuk Artha (sadhana ri kasiddhaning artha wrddhyakên mwah), sesuai kutipan berikut:

“Demikianlah keadaannya, maka dibagi tigalah hasil usaha itu, yang satu bagian untuk biaya mewujudkan Dharma, bagian yang kedua adalah untuk biaya memenuhi Kama, dinikmati dan bagian yang ketiga diperuntukkan untuk mengembangkan modal usaha dalam bidang Artha, ekonomi agar berkembang kembali, demikianlah hendaknya hasil usaha itu dibagi tiga, oleh orang yang ingin memperoleh kebahagiaan.“(262).

Dalam Wrhaspati Tattwa sloka 26 dinyatakan tujuh perbuatan yang tergolong Dharma, satu diantaranya adalah Dana atau Dana Punya. Berdasarkan pembagian Dharma serta peruntukan dari hasil karya (penghasilan) seseorang, maka dapat diperinci sebagai berikut: 33,1/3% (yang diperuntukkan Dharma) dibagi 7, sehingga dapat dibulatkan menjadi 5%. Dengan demikian setiap umat Hindu wajib menyisihkan 5% dari penghasilan bersihnya.

Hal inilah yang menjadi landasan bagi Bhisama Sabha Pandita tentang Dana Punya. Dengan banyaknya kewajiban sosial di masyarakat, secara khusus dari 5% tersebut dibagi dua yaitu 2,5% untuk Dharma Dana yang dikelola oleh Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) / Yayasan Adikara Dharma Parisad (YADP), dan 2,5% untuk kewajiban sosial keagamaan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan individu umat. #