EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Delapan Macam KarmaPhala

Kata Karma berasal dari kata sansekerta yang berarti perbuatan, kerja atau gerak. Karma (Perbuatan) meninggalkan Karma Vasana (jejak – jejak perbuatan) yang suatu saat nanti akan muncul sebagai Karma phala (buah dari karma, hasil perbuatan) yang akan menentukan baik buruk perjalanan kehidupan kita.
Jika Karma kita baik (Subha Karma) maka akan mendapatkan perjalanan hidup yang lancar dan bahagia. Sedangkan jika karma kita tidak baik (Asubha Karma) maka akan mendapatkan pengalaman hidup yang berat dan sengsara.
Hukum karma adalah hukum yang mengatur dinamika kehidupan semua mahluk di alam semesta yang mana hukum inilah penyebab mengapa adanya yang terlahir miskin atau kaya, ada cantik, tampan atau jelek.
Bentuk karma jumlahnya sangat banyak, secara garis besar dikelompokkan menjadi delapan pokok bentuk karma, yaitu sebagai berikut:
1. Mohaniya Karma
Karma ini akan mengaburkan kesadaran kita atau menghambat peningkatan kualitas kesadaran kita.
Membuat jatuh kedalam gelap tanpa ada cahaya sehingga tidak dapat melihat mana yang disebut baik dan tidak baik. Karma ini terbentuk karena berbuat hal seperti berikut:
1. Terlalu banyak marah, sering membenci, prilaku kasar, berselingkuh dll.
2. Terlalu larut dengan kesenangan-kesenangan yang bersifat duniawi.
3. Terlalu fanatisme dalam beragama (tidak adanya toleransi akan keberagaman kepercayaan).

2. Darsanavaraniya Karma
Karma yang menghalangi kemampuan fisik kita serta menghilangkan kemampuan pengindera dalam diri. Misalnya seperti contoh berikut:
1. Caksur-Darsanavaraniya Karma: Yang menghilangkan kemampuan sebenarnya pada mata, yang sejatinya dapat melihat alam halus dan mahluk halus serta yang paling parah kehilangan kemampuan mata untuk melihat secara normal.
2. Acaksur-darsanavarana Karma: Yang membuat kita kehilangan kemampua yang sebenarnya pada indra tubuh selain mata (telinga, hindung, lidah dll)
3. Avadhi-darsanavarana Karma: yang membuat kita kehilangan kemampuan sebenarnya pada badan fisik.

3. Jnanaravaniya Karma
Karma yang menghalangi penyerapan ilmu pengetahuan. Karma ini akan membuat kita sulit berjodoh dengan ilmu pengetahuan sehingga membuat pikiran jadi tumpul, tidak pintar dan buntu.
4. Antaraya Karma
Karma yang menghambat kita untuk melakukan kebaikan, menerima pemberian, atau menikmati dari hasil kerja kita. Contohnya yaitu sebagai berikut:
1. Dana-antaraya Karma: menyebabkan kita tidak dapat menolong seseorang. Misalnya kita ingin memberikan bantuan berupa uang kepada mereka yang terkena bencana tetapi kita sendiri dalam kondisi kekurangan uang.
2. Labha-antaraya Karma: menyebabkan kita tidak dapat menerima pemberian orang lain. Misalnya sedang ada bagi-bagi bahan makanan akan tetapi kita tidak kebagian meskipun telah ikut mengantre.
3. Virya-Antaraya Karma: menyebabkan munculnya rasa tidak inginan dalam diri untuk melakukan sesuatu.

5. Vedaniya Karma
Karma yang mempengaruhi gejolak emosi, perasaan dan pikiran positif-negatif. Misalnya ada yang mudah marah, ada yang penyabar, ada yang humoris dan ada yang pemberani, ada pula yang penakut. Karma ini terbentuk dari akumulasi sifat-sifat dalam menjalani kehidupan sebelumnya atau saat ini.
Jika kita menjalani hidup dengan welas asih kepada semua mahluk maka akan mendapatkan karma yang sifatnya baik sedangkan jika menjalani hidup dengan menyakiti dan merugikan mahluk lain maka akan mendapatkan karma yang sifatnya tidak baik.
6. Ayusua Karma
Karma yang membawa kita ke alam-alam setelah kematian. Karma ini terbentuk dari akumulasi karma kita semasih hidup yang akan menentukan kita akan menuju bhur loka, swah /svarga loka, atau langsung terlahir kembali.
7. Nama Karma
Karma yang menentukan kita lahir dalam tubuh mahluk apa dan kondisi badan fisik bagaimana.
8. Gotra Karma
Karma yang menentukan nasib hidup kita, seperti tempat, situasi lingkungan dan keluarga seperti apa kita dilahirkan serta bertemu dengan siapa.
Jika berdasarkan rentang waktu, maka karma-phala dapat terbagi menjadi tiga. Yaitu sebagai berikut:
1. Sancita Karmaphala, Tindakan yang kita lakukan pada kehidupan sebelumnya dan baru kita menerima hasilnya di kehidupan sekarang
2. Prarabda Karmaphala, tindakan yang kita lakukan di saat ini, yang buah karmanya kita terima pada kehidupan ini juga.
3. Kriyamana Karmaphala, tindakan yang kita lakukan di saat ini, yang buah karmanya akan kita terima di kehidupan berikutnya.

Dalam ajaran agama Hindu manusia itu svatantra katah, yaitu mahluk yang sepenuhnya bebas, memiliki kehendak bebas dan sepenuhnya bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri.
Jadi hukum karma bukanlah sebagai nasib “takdir Tuhan” melainkan kita sendirilah yang sepenuhnya menentukan nasib kita sendiri, baik buruknya kehidupan sekarang merupakan Karma (buah perbuatan) dari kehidupan sebelumnya dan saat ini.
Mari sama-sama benahi diri, pilih yang baik, lakukan yang baik untuk kelak mendapatkan karma yang baik pula.