EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Dirjen Bimas Hindu Pertama dari Etnis Non Bali

Jakarta- Dr. Tri Handoko Seto SSi MSc terpilih sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI periode 2020-2025 menggantikan Prof I Ketut Widnya MA MPhil PhD.

Sebelumnya tiga besar nama calon Dirjen Bimas Hindu diajukan ke Presiden Rim Joko Widodo (Jokowi) setelah melalui sejumlah tahapan test. Ketiganya, yakni Guru Besar IHDN Denpasar Prof Dr Drs I Nengah Duija MSi, Guru Besar Ilmu Manajemen Undiknas Prof Dr Ida Bagus Raka Suardana SE MM dan Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Dr. Tri Handoko Seto SSi MSc.

Tiga besar nama calon Dirjen Bimas Hindu ini dikirim kepada Presiden Jokowi untuk ditentukan menjadi satu orang menduduki jabatan tersebut.

Tri Handoko terpilih melalui sidang tim penilai akhir (TPA) yang berlangsung secara tertutup. Penetapan tidak hanya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo sendiri, melainkan ada 10 menteri dan lembaga seperti pimpinan BIN, Kepala PPATK, Menteri PAN RB, Kepala BKN, Mensesneg dan Mensekab. Terpilihnya Tri Handoko juga menjadi catatan sejarah, sebab baru kali ini posisi Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI diisi pejabat beragama Hindu dari etnis non Bali.

Tri Handoko rencananya akan dilantik oleh Menteri Agama, Fachrul Razi, pada Senin (10/8) hari ini di Kementerian Agama RI. Penetapan telah dilakukan Presiden Jokowi pada 3 Agustus lalu dan pelantikan digelar pada, hari ini.

Namun sebelumnya Tri Handoko mengatakan, jika terpilih sebagai Dirjen Bimas Hindu, dirinya telah memiliki sejumlah program. Antara lain, dia ingin posisi Dirjen Bimas Hindu dipegang secara profesional dalam melayani umat Hindu di Nusantara. Langkah yang akan dia lakukan adalah meningkatkan profesionalisme pegawai dengan cara tidak biasa dan cepat. Pegawai yang kurang kompeten akan diberi Diklat.

Selanjutnya dia akan melakukan perubahan dalam pola kerja dengan membenahi pemberian reward dan punishment. Kemudian membangun dan melayani umat dari pinggiran, karena umat Hindu tidak hanya berada di Bali saja. Melainkan ada di daerah-daerah lain, seperti di Toraja dan Bugis di Sulawesi Selatan, Maluku, Sumatera dan Jawa.

“Di sana kita tingkatkan SDM mereka dan bantu perekonomian mereka agar ke depan lebih maju dan sejajar dengan umat lainnya,” katanya.
Tak ketinggalan, Dirjen Bimas Hindu tidak hanya berpatokan pada kantornya saja. Tapi, harus sharing sumber daya yang ada dengan cara kerjasama dengan PHDI yang tersebar di kecamatan-kecamatan, aktivis maupun unsur lembaga keumatan lainnya. Program pendidikan juga menjadi perhatian Tri Handoko. Menurutnya, ke depan harus ada perbaikan kurikulum mata pelajaran Agama Hindu untuk SD sampai SMA.

Kurikulum yang lebih menekankan pada pemahaman siswa terhadap agama Hindu baik dari sisi tatwa, etika maupun susila secara berimbang. Lalu dilakukan perbaikan pendidikan di perguruan tinggi Hindu. Di mana kualitas SDM perguruan tinggi Hindu harus diupgrade secara signifikan. Standar kualitas mahasiswa dan dosen harus ditingkatkan pula.

Tri Handoko juga siap meninggalkan jabatannya sebagai Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT. Dia telah memegang jabatan tersebut selama empat setengah tahun sehingga akan ada regenerasi atau rotasi. “Sebagai ASN kita harus siap menjalankan tugas. Apalagi jika ada rotasi dan promosi,” ucapnya.

 

Pejabat Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI sejak awal berdiri, yakni periode pertama (1966-1973) dijabat IBP Mastra semasih bernama Dirjen Bimas Hindu dan Buddha, terakhir periode kedelapan (2014-2020) dijabat Prof Drs I Ketut Widnya MA MPhil PhD dan saat ini memasuki periode ke sembilan (2020-2025) di jabat oleh Dr. Tri Handoko Seto SSi. [RA]