EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Hindu Madura di Bongso Wetan, Jawa Timur

Sejak 1910, Dusun Bongso Wetan, Gresik, Jawa Timur dikenal sebagai tempat yang tenang bagi masyarakat Hindu Madura, hidup dalam akulturasi tiga budaya, berdampingan dengan umat Muslim di sana mereka tinggal nyaman dan tenteram.
Roda waktu yang berjalan membuat masyarakat Bongso Wetan dewasa dan bijak dalam menyikapi perbedaan dengan membangun sebuah ikatan mereka hidup berdampingan menjaga Bongso Wetan agar tetap nyaman dan tenteram.

Sejarah Hindu di Bongso Wetan bermula pada 1910. Mencari tempat tinggal, sekelompok orang dari Bangkalan, Madura melakukan babad Alas di kawasan itu. Mulanya hanya 27 orang saja pemeluk Hindu yang ada di Bongso Wetan, hingga akhirnya beranak pinak, saat ini sebanyak 223 Kepala Keluarga (KK) ada di sana.

Datang dari Bangkalan, Madura, masyarakat Hindu di Bongso Wetan tetap mempertahankan budaya tempat mereka berasal.
Memadukan pakaian khas dengan Udeng bergaya Bali inilah identitas mereka sebagai orang Madura yang ditunjukkan kala upacara keagamaan digelar.

Dalam keseharian, masyarakat Hindu di Bongso Wetan menggunakan bahasa Madura dan Jawa untuk berkomunikasi dan saat ritual persembahyangan pun dialek Madura kerap pula digunakan, menjadi warna lain dari kultur Hindu dengan cita rasa Nusantara.
Satu yang menjadi kesamaan di antara umat Hindu dan Islam di Bongso Wetan, semua ritual yang mereka gelar selalu lekat dengan tradisi Jawa yang sejatinya menjadi akar budaya di sana. Seperti misalnya tradisi orang yang mati wajib dikuburkan tanpa harus menunggu lama, ini merupakan tradisi jawa turun temurun yang dilakukan masyarakat Hindu Madura.

Pada saat mendekati perayaan Nyepi, beragam tradisi dan ritual Hindu dilangsungkan di Pura Kerta Bumi. Seperti senandung kidung melantun diiringi bunyi gamelan yang mengalun dan Ketika persembahyangan digelar, masyarakat Hindu di Bongso Wetan selalu khidmat menjalankannya.[Ra]