EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Hubungan Catur Asrama dengan Catur Purusa Artha

Catur Purusartha adalah empat kekuatan atau dasar kehidupan menuju kebahagiaan, yaitu Dharma, Arta, Kama, dan Moksa. Urut-urutan ini merupakan tahapan-tahapan yang tidak boleh ditukar-balik karena mengandung keyakinan bahwa tiada arta yang diperoleh tanpa melalui dharma; tiada kama diperoleh tanpa melalui arta, dan tiada moksa yang bisa dicapai tanpa melalui dharma, arta, dan kama.
Sedangkan Catur Asrama artinya empat jenjang kehidupan yang harus dijalani untuk mencapai moksa.

Atau catur asrama dapat pula diartikan sebagai empat lapangan atau tingkatan hidup manusia atas dasar keharmonisan hidup dimana pada tiap- tiap tingkat kehidupan manusia diwarnai oleh adanya ciri- ciri tugas kewajiban yang berbeda antara satu masa (asrama) dengan masa lainnya, tetapi merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
Berikut bagian – bagian catur asrama:
1. Brahmacari asrama
2. Grhasta asrama
3. Wanaprasta asrama
4. Saniasa / bhiksuka

Dalam implementasinya, Catur Asrama adalah empat jenjang kehidupan manusia yang dipolakan untuk mencapai empat tujuan hidup manusia yang disebut Catur Purusa Artha.
Masing-masing fase didalam Catur Asrama mempunyai tujuan hidup yang berbeda-beda menurut Catur Purusa Artha.

Catur Asrama dengan Catur Purusartha merupakan dua disiplin hidup yang diajarkan dalam agama Hindu. Catur asrama adalah fase kehidupan dan catur purusartha adalah tujuannya.
Hubungan bagian-bagian Catur Asrama dengan bagian-bagian Catur Purusa Artha adalah sebagai berikut:

1. Pada masa Brahmacari tujuan utamanya adalah belajar untuk menuntut ilmu baik itu disekolah maupun lingkungan masyarakat, fase ini berjalan dari umur 5 (lima) tahun dan selambat-lambatnya umur 8 (delapan) tahun karena pada saat itu kemampuan otak seseorang sedang tajam-tajamnya sedangkan ahir dari fase ini adalah 20 (dua puluh) tahun dan dilanjutkan pada tahap kehidupan yang berikutnya.
Tujuan yang ingin dicapai pada masa brahmacari adalah tercapainya Dharma dan Artha. Karena seseorang belajar menuntut ilmu adalah untuk memahami dharma dan dapat mencari nafkah di masa depan.
Dharma merupakan dasar dan bekal mengarungi kehidupan berikutnya.

2. Pada masa Grhastha, tujuan hidup / utama manusia adalah mendapatkan Artha dan kama yang dilandasi oleh dharma.

Mencari harta benda untuk memenuhi kebutuhan hidup (kama) yang berdasarkan kebenaran (Dharma). Jika memperoleh artha dengan cara mencuri, menipu, merampok, korupsi, dll.
Arta yang diperoleh dengan cara ini (adharma) tidak akan kekal dan akan menyengsarakan hidup dikemudian hari.

Kesengsaraan itu bermacam-macam berbentuk “skala” dan “niskala” Yang berbentuk skala misalnya seorang perampok yang tertangkap akhirnya masuk penjara.

Kesengsaraan niskala, misalnya seorang koruptor karena kepandaiannya berkomplot dan berkuasa, mungkin saja ia terhindar dari hukuman duniawi, tetapi kelak roh-nya akan mengalami penderitaan karena menerima hukuman Tuhan (Hyang Widhi), atau paling tidak bathinnya tidak tenang, karena merasa berdosa.

Seorang Grhastha memiliki kewajiban-kewajiban: bekerja mencari harta berdasarkan dharma, menjadi pemimpin rumah tangga, menjadi anggota masyarakat yang baik dan melaksanakan yadnya, yang semuanya itu memerlukan biaya.

3. Pada masa Wanaprastha orang akan mulai sedikit demi sedikit melepaskan diri dari ikatan keduniawian (Artha dan Kama hendaknya mulai dikurangi), berkonsentrasi dalam bidang spiritual, mencari ketenangan batin dan lebih mendekatkan diri kepada tuhan untuk mencapai Moksa.

Tujuan hidup pada masa ini adalah persiapan mental dan fisik untuk dapat menyatu dengan Tuhan (Sang Hyang Widhi). Pada masa ini tujuan hidup yang diprioritaskan adalah Kama dan Moksa.

4. Pada masa Bhiksuka/sanyasin, manusia adalah pada situasi dimana benar-benar mampu melepaskan diri dari ikatan duniawi dan kehidupannya sepenuhnya diabdikan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan jalan menyebarkan ajaran agama.

Pada masa ini orang tidak merasa memiliki apa-apa dan tidak terikat sama sekali oleh materi dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan.
Pada masa ini, yang menjadi tujuan utama adalah Moksa.