EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Kesucian Sapi dalam Kesusastraan Veda

Dalam kitab Niti Sastra bagian Hitopadesa Sloka 39, disebutkan dalam tradisi Hindu dikenal beberapa entitas yang dapat disebut sebagai ibu yang harus kita hormati, yaitu;
Adau-mata guroh patni
Brahmana raja-patnika
Dhenur dhatri tatha prthivi
Saptaita matarah smrtah
Yang memiliki arti kurang lebih seperti ini:
Ketujuh ini dikenal sebagai ibu yaitu: ibu kandung, istri guru (guru kerohanian), istri brahmana (varna-brahmana), istri raja, sapi, perawat dan ibu pertiwi (bumi).
Berdasarkan penjelasan tersebut orang Hindu diminta untuk menghormati 7 macam ibu yang disebutkan, di mana salah satunya adalah sapi. Mungkin penjelasan ini didasarkan pada pemikiran bahwa sapi telah memberikan air susunya kepada kita, sehingga dianggap posisinya sama seperti ibu yang memberikan air susu ibu (ASI).

Dalam Padma-Purana, Srsti Khanda Bab 57 Sloka 151-156, Deva Brahma bersabda kepada Narada;
“Pertama-tama, Veda muncul dari mulut Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian secara perlahan-lahan api, Sapi dan para Brahmana muncul secara terpisah. Untuk melindungi semua alam semesta, aku membagi Veda yang mulanya satu menjadi empat pada zaman dahulu. Agni dan para Brahmana menerima bahan-bahan untuk melakukan pemujaan dari Sapi. Jika empat objek ini tidak ada, seluruh dunia sudah hancur. Setiap orang termasuk para Brahmana, para Deva, dan raksasa harus memuja Sapi karena Sapi sangat murah hati dan sumber semua sifat-sifat baik. Aku menciptakan Sapi pada zaman dahulu untuk memenuhi makanan untuk setiap orang. Dia adalah wujud para Deva dan dia murah hati kepada semua makhluk hidup. Setiap objek yang dihasilkan dari Sapi adalah suci. Jika seseorang minum pancagavya yang terdiri atas air kencing Sapi, tahi Sapi, susu Sapi, yoghurt Sapi dan ghee Sapi, semua reaksi-reaksi dosanya dihancurkan. Karena itulah mengapa orang-orang saleh setiap hari menggunakan produk-produk Sapi. Produk-produk Sapi suci dan menguntungkan. Seseorang yang tidak dapat mengkonsumsi produk-produk Sapi dikatakan tidak beruntung. Pengaruh biji-biji makanan berada pada tubuh selama lima hari, pengaruh susu selama tujuh hari, pengaruh yoghurt selama dua puluh satu hari dan pengaruh ghee selama satu bulan. Oleh karena itu, Sapi diterima sebagai bahan yang sempurna untuk semua kegiatan yang menguntungkan. Sapi selalu memberikan empat tujuan kehidupan. Orang yang menyampaikan sembah sujud kepada Sapi dan mengelilinginya menjadi bebas dari segala reaksi dosa dan menikmati kesenangan seperti di sorga. Seperti halnya Brhaspati, Guru spiritual para Deva, layak dipuja, Narayana, junjungan Lakshmi, layak dipuja, demikian juga dengan Sapi layak dipuja oleh semuanya. Sapi memberikan kita susu dan ghee. Dia adalah sumber ghee. Semoga Sapi yang memberikan kita ghee dan produk-produk lainnya tinggal di rumahku sepanjang waktu. Semoga ghee selalu tetap berada pada tubuhku dan pikiranku. Semoga Sapi tetap berada di depanku, di belakangku dan di sisiku. Semoga aku selalu menyentuh Sapi dan tinggal di sampingnya. Dalam hal ini, seseorang hendaknya menyampaikan doa kepadanya secara teratur dan dengan cara demikian, dia dibebaskan dari segala dosa. Sri Vishnu, Gangga dan para Brahmana sama sucinya. Sapi adalah wujud keagamaan dan teman umat manusia. Sebuah rumah yang tidak memiliki Sapi tidak menguntungkan.”

Dalam Agni-Purana, Sri Dhanvantara bersabda kepada Acarya Sushruta;
“Wahai Sushruta, Sapi adalah suci dan menguntungkan. Semua alam hadir pada badan Sapi. Tahi Sapi dan air kencing Sapi menghilangkan semua kemiskinan. Mengusap dan memandikannya seperti membersihkan reaksi-reaksi dosa seseorang.
Enam produk Sapi sangat menguntungkan dan mereka menghancurkan pengaruh mimpi buruk. Gorocana bisa menghancurkan pengaruh racun dan membuat para iblis menjauh. Orang yang memberi makan Sapi akan pergi ke sorga. Orang yang di rumahnya Sapi hidup dengan menyedihkan pasti akan pergi ke neraka. Jika seseorang memberi makan Sapi milik orang lain, maka dia akan pergi ke sorga, dan orang yang aktif dalam mengurus kesejahteraan Sapi pergi ke Brahmaloka. Umat manusia bersama dengan anggota keluarganya bisa diselamatkan dengan menyumbangkan Sapi dan melindungi Sapi. Sapi menyucikan seluruh dunia dengan kehadirannya. Dengan menyentuh Sapi, seseorang menghilangkan reaksi-reaksi dosanya.”

Dalam Brhat Parasara Smrti ditulis;
“Hanya dengan memakan rumput, Sapi memberikan kita susu. Dari susu, ghee dihasilkan. Dengan ghee para Deva puas, jadi bagaimana mungkin seseorang bisa mengabaikan Sapi? Hanya dengan pergaulannya saja, seseorang disucikan. Dengan melayaninya, seseorang mendapatkan kekayaan yang tidak terbatas, dan dengan menyumbangkan Sapi, seseorang bisa mengangkat dirinya ke sorga. Tidak ada kekayaan yang lebih tinggi daripada Sapi. Semua Deva tinggal di berbagai bagian tubuh Sapi. Dengan melayani Sapi dengan tulus ikhlas dan penuh pengabdian, Sri Hari puas. Susunya memelihara umat manusia. Bagaimana mungkin Sapi tidak layak dipuja?
Dengan mengelilingi Sapi, orang mendapatkan hasil mengelilingi seluruh dunia. Orang hendaknya menyumbangkan Sapi dan melindunginya dalam berbagai keadaan. Orang bodoh yang memukul maupun menghukum Sapi pergi ke neraka. Orang yang memberikan makanan dan air kepada Sapi mencapai hasil melaksanakan yajna suci kuda (kuda hadir dalam upacara hanya secara simbolis dan dilepas untuk hidup bebas sampai tua setelah yajna suci selesai), hal ini tidak diragukan lagi. Orang yang menyelamatkan hidup bahkan seekor Sapi saja, mencapai hasil menyumbangkan seratus ekor Sapi. Bagaimana mungkin seseorang menderita jika di rumahnya dihiasi dengan Sapi? Alangkah beruntungnya mereka yang setiap hari memuja dan melayani Sapi.”

Keagungan melayani Sapi diuraikan dalam Vishnu-Dharmottara-Purana, Bagian 3, Bab 291, Sri Hamsa Bersabda;
“Wahai para Brahmana, dengan mengusap badan seekor Sapi dan menghilangkan debu dan ulat-ulat dari badan Sapi, seseorang menghilangkan semua reaksi dosanya. Seseorang mengumpulkan kegiatan saleh yang sangat banyak dengan memberi makan Sapi. Dengan mengembalakan Sapi di padang rumput, seseorang layak untuk tinggal di sorga selama tak terhitung jumlah tahunnya. Dengan membangun kandang Sapi, seseorang menjadi Raja seluruh provinsi. Hanya dengan memberinya garam, seseorang mendapatkan keberuntungan.
Wahai para Brahmana, jika seseorang menyelamatkan seekor Sapi dari bahaya atau dari lumpur maupun dari rasa takut karena harimau, maka orang tersebut mendapatkan hasil melaksanakan yajna suci kuda (kuda hadir dalam upacara hanya secara simbolis dan dilepas untuk hidup bebas sampai tua setelah yajna suci selesai). Jika seseorang merawat Sapi yang sakit dengan obat-obatan, maka orang tersebut sembuh dari sakitnya sendiri. Hanya dengan membuat Sapi tidak takut, seseorang juga terbebas dari rasa takut. Dengan menyelamatkan Sapi dari tangan seorang candala (orang liar), seseorang mendapatkan hasil melaksanakan yajna suci untuk Sapi. Dengan melindungi Sapi dari panas dan dingin, seseorang pergi ke sorga. Engkau harus memperlakukan Sapi dengan penuh rasa hormat.
Wahai Brahmana, peliharalah hidupmu dengan produk-produk yang engkau peroleh dari Sapi. Inilah go-vrta. Bagi mereka yang melaksanakannya selama satu bulan penuh, semua reaksi dosanya dihancurkan. Dengan menyumbangkan Sapi kepada seorang Brahmana, ketidak beruntungan seseorang dihancurkan. Orang yang melaksanakannya akan pergi ke Brahmaloka dengan pesawat yang secemerlang matahari. Wahai Brahmana, debu dari kuku Sapi menyucikan semua dosa. Tidak menjadi masalah apakah debu tersebut berasal dari tempat suci atau pun tempat yang tercemar seperti Magadha atau Kikata. Tidak perlu diragukan lagi mengenai hal ini. Sapi semuanya menguntungkan, menyucikan dan memberikan kemakmuran. Tempat di mana Sapi tinggal menjadi suci. Sangat menguntungkan menyentuh Sapi karena menghancurkan mimpi buruk dan reaksi-reaksi dosa. Gangga secara pribadi tinggal di kepala Sapi. Tempat apa pun yang ditaburi dan dilumuri dengan tahi Sapi dianggap suci. Oleh karena itulah tempat pelaksanaan yajna suci dan tempat memasak pertama-tama ditaburi dan dilumuri dengan tahi Sapi. Lakshmi tinggal pada tahi Sapi, Gangga tinggal di air kencing Sapi, Soma tinggal di susu, yoghurt dan ghee Sapi, dan Sarasvati tinggal di Gorocana. Para acarya pada zaman dahulu telah menerima bentuk Sapi sebagai bentuk Vishnu. Sapi layak dipuja, diagungkan dan diberikan sembah sujud. Seorang manusia hendaknya memberi makan Sapi dan melayaninya. Wahai para Brahmana, dengan melayani Sapi, orang-orang disucikan dan bebas dan kesedihan dan kesusahan.”