EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Makna Tilem Kalima Bersamaan dengan Anggara Kasih Dukut

Pada Selasa 26 November 2019 dirayakan dua hari raya sekaligus yakni Tilem Kalima dan Anggara Kasih Dukut.
Tilem merupakan perayaan bulan gelap sedangkan Anggara Kasih Dukut dirayakan setiap Selasa Kliwon wuku Dukut.
Pemujaan hari raya gelap atau Tilem ditujukan kepada Dewa Siwa.

Dalam Jnyana Sidantha disebutkan di dalam matahari ada suci, di dalam suci ada siwa, di dalam siwa ada gelap yang paling gelap, inilah yang menyebabkan tilem mendapatkan pemuliaan.
Sehingga dalam kebudayaan di Bali yang dimuliakan bukan bulan terang saja atau Purnama, tapi gelap yang paling gelap juga dimuliakan.
Saat Tilem atau bulan mati, umat Hindu dapat mengenyahkan segala dosa, noda, dan kekotoran dari dalam diri.

Dalam lontar Sundarigama juga disebutkan.

Mwang tka ning tilem, wenang mupuga lara roga wighna ring sarira, turakna wangi-wangi ring sanggar parhyangan, mwang ring luhur ing aturu, pujakna ring sanggar parhyangan, mwang ring luhur ing aturu, pujakna ring widyadari widyadara, sabhagyan pwa yanana wehana sasayut widyadari 1, minta nugraha ri kawyajnana ning saraja karya, ngastriyana ring pantaraning ratri, yoga meneng, phalanya lukat papa pataka letuh ning sarira.

Artinya:

Pada saat Tilem, wajib menghilangkan segala bentuk dosa, noda, dan kekotoran dalam diri.
Dengan menghaturkan wangi-wangian di Sanggar atau di parahyangan, dan di atas tempat tidur, yang dipersembahkan kepada bidadari dan bidadara.

Akan lebih baik jika mempersembahkan 1 buah sesayut widyadari untuk memohon anugerah agar terampil dalam melaksanakan segala aktivitas, pemujaan dilakukan tengah malam dengan melakukan yoga, atau hening.
Pahalanya adalah segala noda dan dosa yang ada dalam diri teruwat.

Sedangkan Anggar Kasih dalam Lontar Sundarigama disebutkan:
Nahanta waneh, rengen denta, Anggara Keliyon ngarania Anggara Kasih, pekenania pengasianing raga sarira. Sadekala samana yogia wang amugpug angelakat sealaning sarira, wigenaning awak, dena ayoga wang apan ika yoganira, Betara Ludra, merelina alaning jagat teraya, pakertinia aturakna wangi-wangi, puspa wangi, asep astanggi muang tirta gocara.

Artinya:

Yang lain lagi yang perlu diperhatikan, ketika Anggara bertemu Kliwon disebut sebagai Anggara Kasih.
Anggara Kasih merupakan hari untuk mewujudkan cinta kasih terhadap dirinya.
Selain itu juga menunjukkan rasa kasih pada semua makhluk.
Sehingga pada hari itu sepatutnya melakukan peleburan dosa, dan merawat dari diri segala kecemaran. Kecemaran ini utamanya kecemaran pikiran yang melekat pada diri.

Caranya yaitu dengan melakukan renungan suci karena dalam keadaan yang demikian, Sang Hyang Ludra melakukan yoga, yang bertujuan memusnahkan kecemaran dunia.
Adapun sarana upakara yang dipersembahkan yaitu wangi-wangi, dupa astangi, dan dilanjutkan dengan matirtha pembersihan.

Jika kita melaksanakan yoga yang ditujukan kepada Dewa Siwa untuk menghilangkan segala bentuk dosa, noda, dan kekotoran dalam diri dan melakukan yoga yang ditujukan Sang Hyang Ludra yang bertujuan memusnahkan kecemaran dunia. Sehingga dengan begitu kita dapat membersihkan diri kita sendiri dan membersihkan alam semesta. [RA]