EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Manfaat Melukat di Sumber Air Taman Pancamuhan, Bali

Melukat adalah salah satu tradisi ritual untuk membersihkan diri dari 10 sifat buruk manusia yang ada di sumber air Taman Pancamuhan Desa Adat Pakraman Sala, Abuan, Kabupaten Bangli Bali.
Melalui ritual Malukat ini dipercaya mampu menyebuhkan berbagai penyakit, termasuk sakit akibat black magic seperti pelet dan lainnya.

Makna dari tradisi Malukat yaitu untuk mensucikan diri melalui air utama (Toya Daha). Artinya, air yang belum digunakan untuk mandi.
Ritual Malukat ini harus dimulai dengan matur piuning, yaitu memohon restu pada Tuhan, agar prosesi pengelukatan berjalan lancar, serta diberikan restu oleh Tuhan. Selanjutnya prosesi mesiram di pecampuhan.

Pecampuhan ini adalah sebuah tempat yang sangat suci, karena pertemuan dari dua buah sungai. Pada pecampuhan ini pula sebagai tempat berkumpulnya para dewa atau yang biasa disebut Dewa Prayag.
Di sekitar sumber air suci Taman Pancamuhan terdapat beberapa air terjun dan juga beberapa kolam air tempat masyarakat melakukan ritual suci.

Setiap orang yang ingin melaksanakan ritual Malukat wajib menggunakan kain merah sebagai perlindungan dari sang pencipta, yakni Dewa Brahmana.

Secara umum, masyarakat percaya mandi dengan Toya Daha, dapat membersihkan diri dari 10 energi negatif (Dasamala) yang ada dalam diri manusia seperti Kama (nafsu atau keinginan yang tidak terkendalikan), Loba (ketamakan yang selalu ingin mendapatkan lebih), Krodha (amarah yang tidak terlampaui batas), Mada (rasa maduk yang menggelapkan pikiran), Moha (kebingungan yang menyebabkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi sehingga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna) dan Matsarya (iri hati yang menyebabkan permusuhan).[RA]