EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Manfaat Mempelajari Bhagavad Gita

Bhagavad Gita berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti nyanyian suci Tuhan. Bhagavad Gita juga bisa diartikan sebagai nyanyian kebahagiaan. Bhagavad Gita terdiri atas 18 bab, yang di dalamnya berisi tentang wejangan-wejangan yang diberikan oleh Sri Kresna kepada Arjuna ketika Arjuna ragu untuk memulai peperangan melawan Korawa di medan perang Kuruksetra.

Bhagavad Gita dikenal luas sebagai mutiara pengetahuan rohani. Bhagavad Gita berisi ajaran-ajaran suci yang dapat mengupas tentang penekanan-penekanan hidup. Banyak tokoh-tokoh terkenal di dunia yang telah membaca Bhagavad Gita mendapatkan manfaat yang besar untuk hidupnya. Salah satunya adalah Mohandes K. Gandhi yang merupakan seorang Tokoh Politik dan Spiritual India. Beliau berkata, “Ketika keraguan membayangi diriku, ketika kekecewaan menyelimuti wajahku, dan tidak secercah sinar pun tampak di ufuk timur sebagai harapanku aku kembali kepada Bhagavad Gita dan menemukan sloka yang menyejukkan hati; dan aku mulai tersenyum di tengah kegalauan ini. Mereka yang senantiasa memusatkan pikiran kepada Bhagavad Gita akan mendapatkan kesegaran, suka cita, dan pengertian baru setiap hari”. Menurut Nyoman S. Pendit dengan karyanya berjudul “Bhagavadgita” yang dirilis tahun 2002, Bhagavad Gita mengajarkan kepada kita bahwa etika moral dan kerohanian adalah hal yang bersifat universal, mengalir melalui kenyataan hidup.

Dalam Bhagavad Gita, III.21 menyebutkan:

yad yad acariti sresthas, tat tat evetarojanah
Sa yat pramanam kurute, tokas lad anuvartate”

Terjemahan:

“Perbuatan apapun yang dilakukan oleh orang besar, akan diikuti oleh orang awam. Standar apapun yang ditetapkan dengan perbuatannya sebagai teladan, diikuti oleh semua orang”.

Maksud dari sloka Bhagavad Gita, III.21 adalah ketika seseorang berbuat baik kepada kita, kita cenderung akan melakukan hal yang sama. Begitu pula ketika seseorang berbuat jahat kepada kita, kita cenderung juga akan membalasnya dengan perbuatan yang sama. Bhagavad Gita di perlukan sebagai penuntun hidup untuk memperbaiki sikap dan moral kita karena Bhagavad Gita tidak hanya mengajarkan tentang konsep Ketuhanan, artha, dharma, kama, maupun moksha. Bhagavadgita juga mengajarkan tentang tuntunan kehidupan, kemanusiaan, dan moralitas.

Di tengah berbagai permasalahan kehidupan yang terjadi di lingkungan dan kehidupan sehari-hari, ajaran dalam Bhagawad Gita dapat menjadi penuntun dan pedoman yang universal bagi umat manusia, tidak hanya umat Hindu tetapi juga umat lainnya dalam memecahkan permasalahan hidup yang dialami. Pelajaran mengenai kitab Bhagavad Gita perlu diterapkan sejak dini agar memperoleh kehidupan yang tentram dan bahagia. [RA]