EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

PHDI Gelar Rapat Pleno Untuk Menyamakan Persepsi Dalam Pelaksanaan Upakara

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung menggelar Rapat Pleno Diperluas Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Badung di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung Mangupraja Mandala.

Acara yang dibuka Kadis Kebudayaan I Gede Eka Sudarwita ini pun di hadir oleh Ketua Harian PHDI Badung Gede Rudia Adiputra, Wakil Ketua Gusti Ngurah Wiadnyana, Bendahara IA Eka Dewi Wijaya para Sulinggih, Kakandep Agama Badung, Majelis Madya, Listibiya, Widya Sabha, para mahasiswa Hindu serta tokoh dan perwakilan umat se-Kabupaten Badung, pada Rabu 26 Febuary 2020 kemarin.

Sekretaris PHDI I Wayan Sukarya dalam sambutannya mengatakan, tujuan rapat pleno ini terkait dengan Keputusan Pesamuan Pandita Parisada Kabupaten Badung pada 25 Februari 2019, terkait dengan Swadarma Pandita (sulinggih untuk memimpin dan memuput upacara yadnya di Kabupaten Badung yang didanai APBD Badung). Keputusan Pesamuan Madya Parisadha Provinsi Bali terkait Pelaksanaan Upacara Tawur Nyepi tahun 2020, serta arahan lisan bupati pada Pesamuan Madya Parisada Kabupaten Badung terkait Tawur Kasanga 2020, dan Pedoman Upacara Sudhi Wadani.

 

“Kami berharap secara menyeluruh dapat dipahami garis-garis besarnya oleh umat sedharma yang hadir, khususnya para pengemong umat di tingkat desa adat, dan banjar untuk dapat diimplementasikan kepada masyarakat sedharma di Badung, hasil rapat pleno ini nantinya memiliki persepsi yang sama dalam pelaksanaan upakara yang berkaitan dengan upacara umat Hindu,” jelasnya.

 

“Dari rapat pleno ini, kami harapkan para pemangku kepentingan, baik adat maupun krama adat sedharma yang hadir mampu mengimplementasikan kepada masyarakat dalam melaksanakan upacara yang minimal, namun dengan kualitas yang maksimal, tentu dengan hati yang tulus dan ikhlas,” tambahnya.

Sementara Ketua PHDI Badung Gede Rudia Adiputra menambahkan, pihaknya berharap sinergitas secara bersama-sama dalam melaksanakan swadharamaning umat sedharma bisa dilaksakan seiring sejalan, yang bertujuan untuk kebaikan bersama dalam melaksanakan program pemerintah.

 

Kadis Kebudayaan Badung I Gede Eka Sudarwita dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Badung mengapresiasi apa yang dikakukan PHDI Badung dengan program-programnya. Hal ini tentu untuk penguatan umat sedharma dalam melaksanakan swadharmanya sebagai umat Hindu dalam gempuran budaya asing.

Mengingat Badung dan Bali yang menjadi tujuan wisata baik lokal dan mancanegara ini tentu menjadi tanggung jawab bersama dan sesuai dengan program Pemkab Badung yang telah dicanangkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa.

 

“Saya berharap keberadaan balai banjar tetap menjadi wadah, pondasi, dan ujung tombak, serta pusat dalam penguatan seni adat dan budaya di Badung dan untuk Bali kedepan,” tegasnya.

PHDI yang merupakan wadah bagi umat Hindu, baik pengembangan dan bhakti dalam pelaksanaan tata kelola keumatan yang berbasis agama, dapat memberikan arahan dan tauladan bagi umat sedharma dalam melaksankan polah palih upakara dan upacara agama Hindu. [RA]