EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

PSN Koordinator Bali Menggembleng Ratusan Pinandita dalam Lokakarya Pinandita

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Bali menggembleng ratusan pinandita dalam Lokakarya Pinandita, agar menjadi pencerah umat yang semakin berkualitas.
Lokakarya pinandita ini berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 7 sampai 8 September 2019 lalu, di Gedung Sekretariat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali. Lokakarya ini diikuti oleh 160 orang pemangku yang berasal dari seluruh Bali.
Lokakarya dengan tema “Pengembangan Pengetahuan dan Potensi Pinandita Menjadi Pedahrma Wacana yang Berkualitas Melalui Pengamalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”, diharapkan pada akhirnya mampu membentuk pinandita atau pemangku yang sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Selain itu, dengan adanya lokakarya ini pemangku bisa membiasakan untuk PHBS sekaligus mengajak umat untuk meningkatkan gerakan masyarakat hidup sehat di pura. seperti menjadikan pura sebagai tempat bebas asap rokok dan mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sesuai aturan yang ditetapkan oleh Pempov Bali melalui Pergub No. 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Dikutip dari Bali express.com Gubernur Bali yang diwakili Karo Kesra Sekda Provinsi Bali, Anak Agung Gede Geriya menyampaikan, dalam paradigma perubahan sosial dan secara tidak disadari telah terindikasi berdampak pada suasana kejiwaan masyarakat dalam meghayati nilai-nilai agama, maka dituntut peran tokoh masyarakat, khususnya pinandita yang menjadi ujung tombak dalam membina dan melayani umat Hindu.

Pengembangan pengetahuan dan potensi pinandita menjadi pedharma wacana (memberikan pencerahan) yang berkualitas ini, akan sejalan dengan konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana. Hal ini akan membangun potensi pinandita menjadi pinandita yag berkualitas dan mengantarkan Bali menuju Era Baru. Era baru yang ditandai dengan Bali yang Kawista, Bali Kang tata-titi tentram kerta raharja dan gemah ripah lohjinawi.
“Kita sangat mengapresiasi kegiatan lokakarya ini, karena acara ini juga sejalan dengan visi misi Guberur Bali Nangun Sat Kertih Loka Bali,” katanya.

Loka Karya PSN ini nantinya, lanjut AA Gede Geriya, juga diharapkan akan semakin menghasilkan banyak pemangku yang berkualitas. Seorang pemangku menurutnya tidak hanya nganteb (memimpin) upacara agama saja, namun seorang pemangku juga bisa mengerti makna banten yang dibuat oleh serati, sehingga akhirnya umat juga tahu makna banten yang digunakan dalam upacara agama.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk membentuk pedharma wacana yang berkualitas, sehingga bisa mencerahkan umat. Acara loka karya ini memberikan teori dan praktik langsung sehingga para pemangku tidak hanya mengikuti acara secara pasif, namun juga dengan praktik agar ketika di lapangan tidak gugup lagi.

Mengenai era modern, pendarma wacana kedepanya diharapkan mampu menyampaikan dharma wacana lewat media sosial seperti youtube, faebook dan Instagram agar pesan-peasan dharma tidak hanya berpatokan pada metode berbicara di depan umum saja, namun mulai mengunakan teknologi dalam menyampaikan dharma wacana.

Sementara itu, salah seorang peserta yang ikut acara loka karya ini mengungkapkan bahwa keinginanya ikut loka karya adalah untuk menambah wawasan, pemikiran tidak terlalu fanatis dan sempit. “Dengan ikut kegiatan ini akan membuka pola pikir dan saat ditanya oleh umat akan lebih mampu memberi pencerahan,” ujar Jro Mangku Landep, 50 kepada Bali Express (Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.

Ia pun mengaku acara ini sangat menyentuh umat walau tidak secara langsung. “Nah, karena pemangku mendapat ilmu di sini, maka nantinya akan bisa disampaikan ke umat langsung. Pemangku akan bisa mengarahkan tentang pandangan dalam beragama,” tuturnya.