EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Puisi Angga Wijaya# Galungan

Kemenangan dan kekalahan hanya soal waktu. Datang silih berganti.
Tak diundang selalu datang. Kita sering kalah oleh keadaan, bukan
oleh bhuta yang selalu disalahkan saat kesedihan dan kemalangan
menimpa.

Ibu mengeluh setiap hari raya tiba; uang menipis sementara
upacara mesti digelar atas nama tradisi yang tak boleh dikritisi
Siapa yang menang sebenarnya? Saat utang menumpuk dan rentenir
datang kututup telinga tak sanggup mendengar kata menusuk hati
Kuliti ibu yang tak sanggup membayar sementara ayah sudah lama
pergi dari rumah dan tak kembali.

Mantra dan doa tak sanggup lagi sirami batin yang tertekan.
Kemiskinan membuat kami memilih roti penjaja kitab suci. Jangan
salahkan kami memilih konversi sebagai opsi, adat begitu berat bagi
kaum fakir dan ayat suci yang mereka bawa menghilangkan lapar dan
dahaga kami.

2018

Angga Wijaya

Bernama lengkap I Ketut Angga Wijaya. Lahir di Negara, Bali, 14 Februari 1984. Belajar menulis puisi sejak SMA saat bergabung di Komunitas Kertas Budaya asuhan penyair Nanoq da Kansas. Puisi-puisinya pernah dimuat di Warta Bali, Jembrana Post, Independent News, Riau Pos, Bali Post, Jogja Review, Serambi Indonesia, Denpost, Tribun Bali, tatkala.co, balebengong.id, qureta.com, galeribukujakarta.com dan Antologi Puisi Dian Sastro for President! End of Trilogy (INSIST Press, 2005) serta Mengunyah Geram (Seratus Puisi Melawan Korupsi) yang diterbitkan oleh Yayasan Manikaya Kauci, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Jatijagat Kampung Puisi (2017). Buku kumpulan puisinya berjudul “Catatan Pulang” diluncurkan pada Januari 2018. Bekerja sebagai wartawan di Denpasar.