EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Puisi Angga Wijaya# Saraswati

Dulu, ayah punya sebuah lukisan
Dewi cantik nan anggun wibawa
Pemberian tamu saat mengantar
mereka pergi ke Ubud, membeli
lukisan di banyak galeri di sana

Lukisan itu menghiasi ruang tamu
Rumah kami begitu indah kulihat
Kini tak ada lagi, ayah menjualnya
Sewaktu berhenti menjadi sopir
Belasan tahun silam terkenang

Periuk nasi jadi pilihan, semoga saja
Dewi tak marah pada keluarga kami
Pengetahuan tak ada arti jika perut
Kelaparan dan makanan tak tersedia
Biarlah mereka yang mapan berpikir
Mereka telah kenyang oleh ilmu-teori

Aku merindukan lukisan dewi itu
Bertahun sesudah ayah meninggal
Teman pelukis memberikan padaku
Kuganti dengan buku-buku koleksi
Dewi kembali lagi, kutatap tak usai
Saat perut kami tak kelaparan lagi

2018

Angga Wijaya

Bernama lengkap I Ketut Angga Wijaya. Lahir di Negara, Bali, 14 Februari 1984. Belajar menulis puisi sejak SMA saat bergabung di Komunitas Kertas Budaya asuhan penyair Nanoq da Kansas. Puisi-puisinya pernah dimuat di Warta Bali, Jembrana Post, Independent News, Riau Pos, Bali Post, Jogja Review, Serambi Indonesia, Denpost, Tribun Bali, tatkala.co, balebengong.id, qureta.com, galeribukujakarta.com dan Antologi Puisi Dian Sastro for President! End of Trilogy (INSIST Press, 2005) serta Mengunyah Geram (Seratus Puisi Melawan Korupsi) yang diterbitkan oleh Yayasan Manikaya Kauci, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Jatijagat Kampung Puisi (2017). Buku kumpulan puisinya berjudul “Catatan Pulang” diluncurkan pada Januari 2018. Bekerja sebagai wartawan di Denpasar.