EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Ritual Perang Topat Untuk Menjaga Keharmonisan Antar Umat Lombok Barat

Ritual budaya Perang Topat kembali digelar Pemerintah, Pengurus Kerama Adat Lingsar dan masyarakat Lingsar, di pelataran Pura Gaduh, Lingsar, Lombok Barat, NTB pada Rabu 11 Desember 2019 kemarin.

Tepat pukul 17.30 waktu setempat, atraksi budaya Perang Topat dimulai ditandai gugurnya kembang waru. Setelah itu masyarakat sudah memadati lokasi acara, melakukan atraksi saling lempar dengan menggunakan beberapa ketupat yang sudah disiapkan panitia.
Suasana gaduh dan riuh setelah berperang dengan ketupat sebagai senjata mereka dimulai dan terus dilakukan dalam rentang waktu 15 sampai dengan 30 menit.

Tradisi Perang Topat merupakan bentuk pluralisme karena rangkaian acaranya melibatkan dua umat berbeda agama, yakni Islam dan Hindu. Gambaran keharmonisan umat beragama tersebut bisa disaksikan sebelum puncak Perang Topat dimulai dengan ritual mengarak kerbau.
Kerbau merupakan simbol penghormatan kepada umat Islam dan Hindu. Alangkah indahnya kenyataan yang dibungkus dengan kesadaran total bahwa kita semua merajut persaudaraan dan perdamaian.

Jadi makna Perang Topat ini untuk mempertahankan tradisi menjaga toleransi umat di Lombok Barat.
Bupati juga meminta kepada Dinas Pariwisata Lombok Barat untuk memastikan kalender penyelenggaraan tradisi Perang Topat agar bisa diketahui setahun sebelumnya.

Bupati juga berencana penyelenggaraan Perang Topat setahun yang akan datang akan mengundang Bupati dan Walikota se-Pulau Bali untuk bisa mengetahui langsung bagaimana suasana kerukunan umat Islam dan Hindu di Lombok Barat khususnya untuk menciptakan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.