EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

sadhu Haridas, Petapa yang dikubur hidup-hidup selama 40 hari

India merupakan negara yang terkenal dengan Praktik Petapa.
Praktik Asketisme atau Petapa ini merupakan bagian penting dalam Hinduisme, dan mendapat tempat istimewa dalam masyarakat budaya Hindu.
Para petapa di India dikenal sebagai Sadhu, atau orang suci dan dihormati oleh semua kalangan masyarakat Hindu.
Mereka memiliki kewajiban untuk melepaskan semua harta materi, dan mendedikasikan hidup untuk mengejar pembebasan spiritual.
Hal tersebut mereka lakukan melalui meditasi dan mendekatkan diri pada sang pencipta.

Orang-orang suci Hindu telah ada sejak lama, dan menyebar di seluruh India dan Nepal untuk mendapat pemurnian batin. Masyarakat Hindu India percaya, para sadhu mencapai kondisi spiritual yang tinggi didapat melalui hal-hal yang mustahil.

Seperti Sadhu Haridas seorang yogi dan fakir dari India abad ke-19, dikenal memiliki kekuatan mengendalikan emosi pada jiwa dan raganya.

Tahun 1837 sadhu Haridas dikubur hidup-hidup secara sukarela, dan bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 40 hari.
Ritual tersebut terjadi di Istana Ranjit Singh, selaku pendiri kerajaan Sikh dan Maharaja dari Punjab India.

Sang Maharaja turut hadir saat proses penguburan, didampingi dokter yang berasal dari Inggris dan Perancis. Haridas dikubur dalam posisi duduk didalam peti kayu besar, dan ditutupi dengan sepotong kain tebal khas India.

Peti berisi Haridas kemudian disegel, dan diturunkan ke almari besi khusus dibawah tanah. Kemudian Haridas ditimbun dengan tanah, dan para prajurit militer pengawal Maharaja ditunjuk sebagai penjaga lokasi kuburan Haridas selama empat pulu hari.
Setelah empat pulu hari, Haridas di angkat dari petinya, dan dibawa kehadapan Maharaja dan para dokter yang telah hadir di pemakamannya. Tubuh Haridas ditemukan tidak bernyawa, namun setelah dicuci dengan air panas dan dipijat, Haridas kembali hidup.
Ritual ‘mematikan’ oleh Haridas dianggap berhasil dan mendapatkan penghargaan di tahun 1931, dengan memoar Claude Wade yang diterbitkan di Inggris.

Claude Wade sendiri adalah penduduk di sekitaran Istana Maharaja, yang ditugaskan untuk mencatat seluruh prosesi ritual petapa Haridas.
Pertapaan para sadhu India bertujuan untuk mencapai tujuan hidup menuju Moksa atau menyatu dengan sang pencipta.

Monasistisisme yakni praktik keagamaan, dimana seseorang menghindari tujuan di duniawi, dan membaktikan diri hanya untuk kepentingan rohani.
Para sadhu biasa menjalani hidup di biara, atau menyatu dengan alam semesta. Dengan mendermakan makanan atau keperluan lain demi menjadi Sadhu diyakini umah Hindu sebagai kebajikan besar.