EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Sembahyang Malam dalam Siwa Purana

Dalam ajaran Hindu dikenal istilah Sandya Vandana. Sandya Vandana ini wajib hukumnya dilakukan menjelang matahari terbit (pagi) dan saat sandi kala/menjelang malam (pertemuan siang-malam).
Di Indonesia Sandya vandana dilaksanakan tiga kali dan disebut dengan istilah Tri Sandya, tetapi jarang yang melaksanakannya, sebagian besar hanya melaksanakan puja dua kali. Hal ini sesuai dengan petunjuk Manawa Dharmasastra yang mewajibkan sebuah keluarga sembahyang dua kali sehari. Perlu juga diketahui adakalanya sandya vandana juga dilakukan di malam hari.

Sandya vandana dikenal dengan nama yang berbeda di setiap waktu/periodenya. Di pagi hari disebut prātaḥsaṃdhyā, pada siang hari disebut mādhyānika, dan di malam hari disebut sāyaṃsaṃdhyā. Selain sembahyang tiga kali, juga ada aturan sembahyang pada malam hari. Uraiannya dapat ditemukan dalam kitab Siva Purana yang merupakan Dalam ajaran Hindu dikenal istilah Sandya Vandana. Sandya Vandana ini wajib hukumnya dilakukan menjelang matahari terbit (pagi) dan saat sandi kala/menjelang malam (pertemuan siang-malam).
Di Indonesia Sandya vandana dilaksanakan tiga kali dan disebut dengan istilah Tri Sandya, tetapi jarang yang melaksanakannya, sebagian besar hanya melaksanakan puja dua kali. Hal ini sesuai dengan petunjuk Manawa Dharmasastra yang mewajibkan sebuah keluarga sembahyang dua kali sehari. Perlu juga diketahui adakalanya sandya vandana juga dilakukan di malam hari.

Sandya vandana dikenal dengan nama yang berbeda di setiap waktu/periodenya. Di pagi hari disebut prātaḥsaṃdhyā, pada siang hari disebut mādhyānika, dan di malam hari disebut sāyaṃsaṃdhyā. Selain sembahyang tiga kali, juga ada aturan sembahyang pada malam hari. Uraiannya dapat ditemukan dalam kitab Siva Purana yang merupakan kitab bagi mazab Siwaisme, oleh karena Hindu di Indonesia sebagain besar bermazab Siwaisme maka apa yang tertulis di dalam kitab Siva Purana sudah dipraktekan dalam kehidupan masyarakat meski tidak diketahui bagaimana bunyi sloka maupun ketentuan kitab suci, yang terpenting apa yang diwajibkan kitab suci sudah terlaksana dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada pertengahan malam yaitu dalam periode dua Yama (satu yama= 3 jam) yang disebut sebagai periode Nisitha. Pemujaan kepada Siva pada periode waktu ini dianggap lebih cepat memberi hasilnya. (Siva Purana, Vidyesvara Samitha, XI.65).

Jika seseorang senantiasa melakukan persembahyangan pada periode waktu ini maka semua yang diinginkan akan cepat tercapai. Khususnya pada jaman Kali Yuga ini, pencapaian bisa tercapai dengan melakukan sesuatu sesuai dengan petunjuk yang sebenarnya. Jika seseorang adalah orang yang senantiasa takut akan dosa, dan melakukan perbuatan baik, dan ia melakukan disiplin puja seperti ini maka ia dipastikan akan mendapatkan apa yang diinginkannya.

Dengan demikian bahwa sembahyang pada malam hari merupakan anjuran kitab suci untuk lebih mudah tercapainya keinginan pemuja. Dan Tuhan hanya bisa dicapai dengan Bhakti yaitu pemujaan tanpa mengharapkan pahala, memuja Tuhan dengan Iklas. [RA]