EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Senator Tinjau Situs Pra Majapahit “Ganesha Gimbal” Di Jawa Timur

Menindaklanjuti aspirasi umat Hindu Indonesia terkait temuan patung Ganesha Gimbal di Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Sri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III akhirnya turun ke lapangan untuk meninjau langsung situs langka yang sudah ditemukan sejak tahun 2017 namun belum mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya.

Didampingi Direktur The Hindu Center Of East Java, PHDI Jawa Timur, PHDI Madiun Magetan, Pejabat Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCP) Trowulan Jawa Timur, Senator Arya Wedakarna (AWK) diterima Hj. Nanik Endang Ruskmiartini, M.Pd. (Wakil Bupati Magetan) di Kantor Bupati.
Dalam agenda rapat kerja, Senator DPD-RI menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Magetan segera melindungi situs tersebut sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku, termasuk adanya kewenangan pengelolaan kawasan situs sejarah yang berskala daerah oleh pemerintah kabupaten. Yaitu UU Cagar Budaya No.11/2010, temuan situs cagar budaya termasuk yang dulunya memiliki fungsi keagamaan bisa mendapatkan perlindungan negara. Ini konsekuensi dari situs/candi menjadi living monument sesuai UU ini. Magetan adalah kabupaten yang sudah memiliki dua contoh penataan, revitalisasi candi dengan sangat baik, yakni Candi Simbatan (Dewi Sri) dan Candi Sadon (Reog) yang ditata dengan baik.

Dalam kunjungan ke lokasi, Senator AWK didampingi Drs. Venly Tomy Ncholas (Kadisparbud Magetan). Senator AWK mendapatkan penjelasan langsung dari Andi M. Said (BPCP) Trowulan terkait dengan proses ekskavasi termasuk penataan kawasan yang bisa berkerja sama dengan Pemkab Magetan dan BPCB serta desa setempat, termasuk adanya posisi patung yang seharusnya sebagaimana pakem-pakem yang ada.

Pemkab Magetan di haruskan segera menetapkan kawasan ini sebagai situs cagar budaya. Setelah itu dibuat rencana kerja sama dengan pemilik lahan serta pemberdayaan desa untuk pengelolaan. Secara landscape, kawasan ini sudah sangat mendukung dan tidak perlu ditata berlebihan karena sudah baik. Tinggal dibuka akses masuk dan parkir untuk menunjang pariwisata sejarah dan wisata spiritual. [RA]