EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Tradisi Saling Berkunjung pada Hari Raya Galungan di Lampung Selatan

Tradisi saling mengunjungi anggota keluarga, juga terlihat pada hari raya Galungan yang dirayakan umat Hindu Lampung Selatan.

Galungan menjadi salah satu hari raya besar Agama Hindu. Meski tinggal di Lampung, suasana tradisi seperti di Bali ini masih kental dirasakan, Penjor menghiasi sejumlah pura menjadi tanda kemeriahan perayaan Galungan, toleransi tetap terjaga di wilayah perkampungan yang didominasi pemeluk agama Hindu, Lampung Selatan di sepanjang jalan lintas timur Sumatera. Galungan menjadi kesempatan bagi umat Hindu untuk berkumpul, keluarga muda mengunjungi yang tua sebagai simbol bakti dan ungkapan kebahagiaan. Warga desa melakukan tradisi ini setelah melakukan persembahyangan Galungan pada Rabu 24 Juli 2019 kemarin.

Kegiatan persembahyangan menyesuaikan jadwal setiap Pura Desa di wilayah Ketapang, sejumlah desa yang memiliki Pura Desa diantaranya Desa Sumur, Tridharmayoga, Bangunrejo, Tamansari, Sumbernadi. Warga desa bersama keluarganya semua berkumpul dan saling memaafkan, Kegiatan dilanjutkan makan bersama dengan sajian berupa nasi putih, opor ayam dan lawar. Ungkapan kebahagiaan saat Galungan sangat kental terasa. Beberapa rumah telah menyiapkan hidangan, kue, minuman, buah untuk tamu yang berkunjung selama Galungan. Hal tersebut akan dirasakan selama dua hari ke depan. Hari suci Galungan juga dimanfaatkan umat Hindu untuk melakukan intropeksi diri, Hal itu dilakukan agar bisa mengetahui kebenaran yang hakiki. Umat juga berusaha menciptakan toleransi sebagai perwujudan melawan adharma (keburukan) atas kemenangan dharma (kebaikan).

Di lansir dari CENDANANEW.COM Niluh Sarti, warga Dusun Yogaloka, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, mengatakan Perayaan hari suci Galungan menjadi lebaran-nya umat Hindu di desa yang didominasi suku Bali, kebersamaan seusai sembahyang bersama sangat kental terasa.

“Galungan menjadi saat yang ditunggu terutama bagi anak-anak yang kerap mendapatkan uang atau dana punia dari para orang tua sebagai tanda kebahagiaan,” kata Niluh Sarti. [RA]