EMAIL US AT info@dharmadana.id
CALL US NOW 0811 9999 101
Registrasi

Umat Hindu, Islam & Kristen Bersatu Memperbaiki Tebing Pura Agung Arga Sunya

Umat Islam, Hindu dan Kristen bersatu saling membantu membangun tebing di bawah Pura Agung Arga Sunya, di Desa Krisik, Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Pada Sabtu 20 Juli 2019 lalu.

Gotong royong dan kerukunan antar umat beragama dalam memperbaiki tebing longsor di bawah bangunan Pura Agung Arga Sunya ini dapat di jadikan contoh untuk wilayah-wilayah lain. Lebih dari 200 orang terlihat berbaris memanjang di areal persawahan di bawah bangunan Pura Agung Arga Sunya, Desa Krisik.Tebing tersebut telah mengalami longsor pada November 2018 lalu, Pengurus baru bisa melakukan perbaikan tebing yang longsor pada Juni 2019.

Dengan saling bahu membahu warga memindahkan material batu yang menumpuk di pinggir jalan ke bawah bangunan Pura.

Para pria baik muda dan tua tampak saling bahu membahu tanpa ada batasan, Satu dua warga lainnya terlihat memecah batu ukuran besar menjadi bagian kecil menggunakan palu, Mereka tampak kompak dan rukun dalam melakukan kegiatan tersebut.

Warga yang bergotong royong merupakan umat Hindu Dharma Pura Agung Arga Sunya, Jamaah Masjid, Musalah, dan Yasin dari empat desa itu yakni, Krisik, Wonorejo, Barurejo, dan Tirtomoyo di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Mereka dikerahkan untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti pembangunan tebing Pura yang longsor. Para warga muslim berbaur dengan warga Hindu dalam kerja bakti itu. kegiatan ini juga di lakukan sebagai bentuk menjaga kerukunan antar-umat beragama di Desa Krisik.

Rasa gotong royong dan saling membantu sesama itu sudah menjadi tradisi di Desa Krisik, Bukan hanya soal pembangunan tapi juga untuk kegiatan keagamaan juga. Misalnya, ketika ada pawai ogoh-ogoh, para umat muslim membantu membuat ogoh-ogoh,Sebagian umat muslim juga ikut menggotong ogoh-ogoh ketika pawai berlangsung. Sebaliknya, ketika malam takbiran Idul Fitri, umat muslim melakukan pawai obor, warga umat Hindu juga ikut membantu mengatur arus lalu lintas.

Agama yang dianut warga Desa Krisik memang majemuk. Agama Islam, Hindu, dan Kristen berkembang baik di desa itu. Dari total 7.000 warga, yang beragama Hindu sekitar 30 persen. Mayoritas warga memeluk agama Islam, lalu Hindu, dan sebagian kecil Kristen. Mereka hidup rukun berdampingan dalam keragaman itu.

Dilansir dari Tribunnews.com Kepala Dusun Tirtomoyo, Anang Sugianto mengatakan semua warga ikut terlibat ketika ada kerja bakti dan kegitan keagamaan. Mulai dari umat Hindu Dharma Pura Agung Arga Sunya, jamaah masjid, musalah, dan karang taruna, semua terlibat.